JOY 2015
JOY MOVIE
Identitas Film :
Judul Film : Joy (2015)
Sutradara : David O. Russell
Penulis Naskah : Annie Mumolo, David O Russel
Pemeran : Jennifer Lawrence , Robert De Niro , Bradley Cooper , Édgar Ramírez ,
Diane Ladd , Virginia Madsen , Isabella Rossellini
Sinopsis
Joy merupakan film yang menceritakan tentang perjalanan hidup Joy Mangano, seorang ibu rumah
tangga asal Pulau Maruti. Joy termasuk orang yang suka menciptakan hal-hal indah dan unik
untuk kamarnya. Mimpi ini didukung oleh nenek dari pihak ibu (Mimi). Ia juga menjadi seorang
ibu tunggal yang membutuhkan banyak pengorbanan dan usaha karena harus mengasuh dan
membesarkan dua orang anak. Ia juga harus bekerja mengurus rumah dan menghidupi kedua
anaknya karena mantan suaminya tidak bekerja dan tidak punya nafkah.
Suatu hari, Jackie (sahabatnya) menyemangati Joy untuk terus mengikuti hasratnya yang kuat
dan menciptakan apa yang diimpikan Joy semasa kecil. Dari proses yang sulit tersebut, akhirnya
muncul ide unik berupa alat pel yang memungkinkan Anda mengekspresikan diri. Namun
begitu sampai pada tahap produksi, Joy kesulitan memasarkan produknya karena tidak ada
pelanggan yang membeli alat pel tersebut. Joy tidak menyerah begitu saja, ia selalu mencari
cara untuk menjual alat pel buatannya, dan pada akhirnya banyak orang yang menghubunginya.
Ide
Penyebab ketidakpuasan Joy adalah masalah keluarga, pekerjaan rumah yang tiada habisnya,
dan keadaan keuangan yang buruk akibat PHK. Tiba-tiba ia teringat mimpi masa kecilnya
menjadi seorang penemu. Joy pun memulai lembaran baru dengan mengambil ide kreatifnya
dan menciptakan prototipe , alat pel yang dapat memeras sendiri, yang diberi nama Magic
Mop.
Joy mendapatkan ide alat pel otomatis ini setelah kesulitan membersihkan tumpahan minuman
dengan gelas pecah. Peristiwa terjadi di kapal teman ayah Joy. Joy dengan sukarela mengepel
pecahan kaca tersebut dengan tangan kosong, namun mengalami luka di kedua tangannya.
Melihat kejadian tersebut, ia memikirkan cara untuk membersihkan tumpahan air dengan alat
pel otomatis.
Strategi
Joy adalah penemu alat pel yang bisa memeras sendiri. Ia sendiri berjuang untuk memulai bisnis
dan memperoleh paten untuk lebih dari 100 penemuan. Perjuangan Joy untuk mendapatkan
hak paten atas usahanya tentu tidak mudah karena banyak kendala yang harus ia lalui.
Mengatasi permasalahan ini memungkinkan Joy menjadi salah satu pengusaha besar Amerika.
Berkat keuletan dan kemampuannya dalam memasarkan produk pel dengan baik dan akurat
sesuai target pasar .
Strategi yang dilakukannya adalah dengan dapat memperkenalkan dan menjual produknya di
TV Home Shopping. Tunjukkan bagaimana kain pel terbuat dari kapas yang lembut dan menyerap air dan dapat diperas secara otomatis tanpa menyentuhnya. Alat pel dapat
membantu ibu rumah tangga karena produk yang digunakan sederhana dan praktis.
Pemasaran
Awalnya alat pel ini tidak diketahui banyak orang, beberapa toko menawarkan produknya,
namun selalu ditolak. Ia juga menjual dirinya di sebuah pusat perbelanjaan, namun hanya
mendapat untung kecil. Namun alih-alih menyerah begitu saja, ia mencari cara lain agar
produknya dikenal masyarakat dan mencoba mempromosikannya di acara belanja rumah di
TV. Namun usahanya tidak berjalan baik karena presenter lalai mendemonstrasikan alat pel dan
tidak ada yang memasang alat pel tersebut.
Suatu hari, Joy bertemu Neil, produser eksekutif QVC. Program-program saluran TV ini
menjual produk-produk berkualitas dan selalu menarik banyak pembeli/minat. Sehingga
mampu menarik perhatian banyak orang, dan banyak orang yang tertarik dan membeli alat pel.
Oleh karena itu, alat pel ini dapat dijual ke berbagai negara dan menghasilkan keuntungan
tambahan.
Sumberdaya Manusia
Saat Joy memulai bisnis pelnya, dia berkolaborasi dan mendapat dukungan dari mantan
suaminya (Tony). Karena mantan suaminya melihat Joy kesulitan, Tony bertemu dengan
produser eksekutif QVC Neil Walker (Bradley Cooper) dan memintanya untuk menayangkan
alat pelnya di TV. Karena saya membantu mereka melakukannya. Mereka juga menghubungi
4.444 perusahaan California untuk membantu memproduksi kain pel dengan harga lebih murah
untuk menghindari litigasi paten mengenai produk serupa.
Keuangan
Dalam cerita film tersebut, Joy menerima dana dari Trudy (Isabella Rossellini), seorang janda
kaya Italia yang berkencan dengan ayahnya (Rudy), yang ingin berinvestasi dalam proses
pembuatan kain pel milik Joy. Joy juga menyisihkan $50.000 dalam Dana untuk seorang pria
Hong Kong yang memiliki produk serupa dengan untuk menghindari litigasi paten. Sejak
memulai karirnya sebagai penemu dan wirausaha, Joy telah menghasilkan $4,444 triliun hingga
saat ini.
Operasional
Area bisnis film “Joy'' mempekerjakan banyak orang untuk memproduksi produk pel. Dari
sekian banyak karyawan yang bekerja di Joy, mereka adalah pilihan yang wajar karena
keterampilan dan pengalaman mereka dalam proses pembuatan pel. Dan beliau juga bekerjasama dengan supplier bahan baku yang berkualitas untuk menjamin kain pel yang
dihasilkan mempunyai mutu dan mutu yang tinggi.
Tantangan
Joy menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan. Misalnya, dia pernah menawarkan
produk pelnya ke beberapa toko, namun berulang kali ditolak. Namun, ia tak pernah putus asa
dengan gagasan agar produk pel buatannya bisa laris, bahkan dijual di mall , meski keuntungan
yang didapatnya tidak besar. Masalah lain dari adalah ia sempat memperkenalkan produknya
kepada masyarakat, namun usahanya sia-sia karena presenter tidak bisa memperkenalkan alat
pel, artinya tidak ada yang bisa melihatnya, saya tidak memesan alat pel.
Pelajaran
Setelah menonton film Joy, saya mendapat banyak pelajaran berharga ketika saya melihat
karakter Joy sebagai wanita kuat yang mengejar ambisi kreatifnya. Joy juga memiliki karakter
yang kuat, cerdas dan gigih, fokus pada tujuan dan berusaha mandiri mengatasi segala
rintangan. Ia pun berjuang sendirian untuk menjual produk yang dibuatnya. Disini saya
mendapat pelajaran berharga bahwa perempuan bisa menjadi pengusaha sukses jika
mempunyai kemauan yang kuat dalam melakukan sesuatu dan pantang menyerah untuk
mencapai tujuan yang diinginkan.
Kesuksesan dalam bisnis tidak bisa diraih dengan serta-merta. Anda harus bekerja keras,
mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan uang. Selain itu, meski ada kelebihan dan
kekurangan dalam mengelola bisnis, namun Anda tidak boleh menyerah dan menyikapinya
dengan sikap bangkit dan mencoba lagi. Dan itu memerlukan dukungan dari orang-orang
terdekatmu. Karena mereka memberikan feedback dan dorongan yang positif. Anda juga perlu
memiliki tekad dan tujuan yang jelas untuk mencapai apa yang Anda rencanakan semula.
Kesimpulan
Film “Joy” patut menjadi contoh karena menggambarkan kisah , menggambarkan perjuangan
seorang pengusaha muda (Joy) yang membangun dan pantang menyerah untuk mewujudkan
bisnisnya. Film Joy menunjukkan betapa pentingnya dukungan keluarga bagi seseorang untuk
mencapai impiannya. Joy sendiri, , mengalami pasang surut dalam dunia bisnis, namun
keluarganya selalu ada untuk menyemangatinya, yang membantu mengatasi semua tantangan
tersebut. Adanya film Joy dapat memberikan inspirasi bagi mereka yang memulai karir sebagai
pengusaha sukses . Karena menjadi pengusaha sukses tidaklah mudah dan memerlukan kerja
keras, semangat yang kuat, dan modal yang tiada habisnya.
"Tidak ada kata gagal dalam hidup ini,
kecuali saat kamu menyerah menghadapi cobaan"


Komentar
Posting Komentar